Demak|Brthacybernews.com – 2 Maret 2026 – Proyek pembangunan infrastruktur yang dikelola Balai Wilayah Sungai (BBWS) di ruas Jalan Teluk menuju Desa Ngiri tengah menjadi sorotan publik setelah menerima kritik tajam dari masyarakat dan pemerhati konstruksi setempat. Proyek tersebut diduga dikerjakan PT selaras tidak sesuai standar spesifikasi teknis yang telah disepakati dalam kontrak.
Indikasi penyimpangan yang paling mencolok teridentifikasi pada penggunaan material besi tulangan. Berdasarkan dokumen spesifikasi pekerjaan, struktur bangunan seharusnya menggunakan rangkaian besi dengan konfigurasi dua lapis. Namun, hasil pantauan di lapangan menunjukkan oknum pelaksana diduga hanya memasang satu lapis besi saja.
Berikut temuan utama yang muncul dari pantauan lapangan:
– Pengurangan Volume Material: Penggunaan besi tulangan yang lebih sedikit dapat menyebabkan penurunan kekuatan struktur beton secara signifikan dalam jangka panjang, mengancam keawetan konstruksi.
– Dugaan Kelalaian Pengawasan: Ada kecurigaan bahwa proyek diprioritaskan untuk selesai cepat dengan cara menekan biaya material, yang diduga bertujuan untuk mendapatkan keuntungan lebih besar.
– Potensi Kerugian Negara: Ketidaksesuaian spesifikasi tidak hanya membahayakan keselamatan pengguna jalan, tetapi juga berpotensi menyebabkan kerugian bagi negara karena kualitas hasil konstruksi tidak sebanding dengan anggaran yang telah dikeluarkan dari uang rakyat.
“Kami sangat menyayangkan jika proyek negara yang dibiayai uang rakyat dikerjakan dengan mentalitas ‘asal jadi’. Pengurangan lapisan besi dari dua lapis menjadi satu lapis adalah pelanggaran serius terhadap kontrak kerja dan standar keamanan konstruksi,” ujar salah seorang warga yang memantau lokasi namun tidak ingin disebutkan namanya.
Masyarakat mengajukan desakan kepada pihak terkait, khususnya pengawas internal BBWS dan instansi pemeriksa keuangan, agar segera melakukan verifikasi langsung di lapangan melalui audit fisik. Jika terbukti ada kecurangan, masyarakat menuntut agar sanksi tegas diberikan kepada kontraktor yang bersangkutan.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kontraktor pelaksana maupun perwakilan BBWS setempat terkait dugaan penyimpangan spesifikasi material tersebut.
Red/Tim







