DEMAK, Brathacybernews.com— Pengerjaan infrastruktur Proyek Talud di wilayah Desa Tegalarum kembali menjadi sorotan warga. Belum genap seumur jagung sejak selesai dibangun pada tanggal kontrak 14 November 2025, proyek talud penahan tanah yang berlokasi di wilayah RW 01 ditemukan sudah dalam kondisi rusak dan retak-retak di berbagai titik. Rabu,14/01/2026.
Berdasarkan pantauan Lembaga Cegah Kejahatan Indonesia Kabupaten Demak (LCKI) dilokasi keretakan terlihat memanjang pada bagian badan talud. Beberapa bagian semen tampak mengelupas, bahkan terdapat celah yang cukup lebar yang dikhawatirkan akan memicu ambrolnya struktur bangunan jika diguyur hujan deras secara terus-menerus.
Salah seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kekecewaannya. Menurutnya, proyek yang diharapkan mampu memperkuat struktur tanah dan memperlancar drainase tersebut terkesan dikerjakan secara asal-asalan.
“Baru saja selesai beberapa bulan lalu, tapi kondisinya sudah begini. Kami khawatir kalau dibiarkan, talud ini tidak akan bertahan lama, apalagi sekarang curah hujan sedang tinggi,” ujarnya kepada awak media.
Ketua LCKI Kabupaten Demak Faried Hidayatullah menyayangkan lemahnya pengawasan dari pihak terkait selama proses pembangunan berlangsung. Mereka menduga ada ketidaksesuaian spesifikasi material atau teknik pengerjaan yang tidak memenuhi standar, sehingga bangunan cepat mengalami kerusakan meski belum lama digunakan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pelaksana proyek dari CV. BERKAH JAYA PERKASA dengan Anggaran Sebesar Rp.149.686.000,00 maupun pemerintah desa setempat belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab kerusakan dan langkah perbaikan yang akan diambil. Warga berharap pihak kontraktor segera bertanggung jawab untuk melakukan perbaikan permanen sebelum kerusakan semakin parah dan membahayakan keselamatan pengguna jalan di sekitar lokasi.
Masyarakat RW 01 Tegalarum kini mendesak adanya audit atau pemeriksaan kembali terhadap proyek-proyek infrastruktur di wilayah mereka agar uang rakyat yang digunakan tidak terbuang percuma untuk bangunan yang tidak berkualitas.
Tim Redaksi







